Komitmen Tingkatkan Kinerja APBN/APBD, Pemprov Gorontalo Gelar Rakorev

INDONESIASATU.CO.ID:

Gorontalo - Selasa (15/1), Sebagai wujud sinergi dalam mengawal APBN di wilayah Gorontalo, Pemerintah Provinsi Gorontalo bekerja sama dengan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Gorontalo menyelenggarakan Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakorev) Kinerja APBN/APBD 2018. Rakorev merupakan agenda periodik yang bertujuan untuk mengevaluasi kinerja APBN/APBD sehingga dapat dirumuskan strategi-strategi peningkatan kinerja pada periode berikutnya. Rakorev Kinerja APBN/APBD kali ini bertempat di Aula Dulohupa, Kantor Gubernur Gorontalo. Rakorev Kinerja APBN/APBD 2018 dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Gorontalo, Idris Rahim dan dihadiri oleh Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, jajaran Muspida, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Gorontalo, dan seluruh Kepala SKPD Provinsi Gorontalo.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Gorontalo, Idris Rahim menekankan pentingnya fokus kebijakan anggaran pada objek sasaran terutama dalam pengentasan kemiskinan. Untuk mewujudkannya diperlukan penguatan koordinasi sehingga seluruh dana APBN/APBD dapat berdampak optimal. “Seluruh SKPD agar meneningkatkan pemantauan dan pengawasan kegiatan yang sedang berlangsung serta memperkuat koordinasi dengan inspektorat dan TPAD”, tegas Idris. “Selain itu para pengelola anggaran agar selalu mengedepankan nurani dan ketelitian, baik dalam hal administrasi maupun kondisi fisik pekerjaan”, paparnya lagi. Berdasarkan evaluasi APBN/APBD 2018, Idris berharap untuk tahun 2019 agar segera dimulai kegiatan, terutama pekerjaan fisik agar manfaatnya dapat segera dirasakan.

Pada kesempatan lainnya, Kepala Kanwil DJPb Provinsi Gorontalo, Fahma Sari Fatma memaparkan kinerja pelaksanaan APBN 2018 di wilayah Gorontalo. “Seperti halnya capaian kinerja APBN 2018 secara nasional, untuk tingkat regional Gorontalo kinerja APBN 2018 cukup membanggakan”, papar Fahma. “Dari sisi belanja, realisasinya mencapai 92,68 persen, yaitu Rp5,44 Triliun dari pagu anggaran Rp5,87 Triliun”, tandasnya. Capaian tersebut terdiri dari realisasi Belanja Pegawai 98,5 persen, Belanja Barang 94,31 persen, Belanja Modal 85,5 persen, DAK Fisik 89,18 persen, Dana Desa 99,94 persen, dan Bantuan Sosial 99,78 persen. Sementara itu, di sisi Pendapatan Negara, realisasi di Provinsi Gorontalo mencapai 85,11 persen, yaitu terealisasi Rp1,03 Triliun dari pagu Rp1,13 Triliun. Capaian ini terdiri dari Penerimaan Pajak 82,65 persen, Penerimaan Bea Cukai 166,66 persen, dan PNBP 139,65 persen. Fahma berharap agar capaian ini dapat terus ditingkatkan lagi dengan meminimalisir hambatan-hambatan yang mungkin terjadi seperti di tahun-tahun sebelumnya, sehingga dampak kebijakan fiskal dapat lebih luas lagi dirasakan masyarakat Gorontalo. (DvL)

  • Whatsapp

Index Berita